Lapisan 4
Kimia
Panas sangrai mengurai gula, asam, dan asam amino di dalam biji menjadi warna, asam baru, dan senyawa aroma; sebagian senyawa berkurang, sebagian bertambah, sedangkan kafein relatif tetap.
Selama penyangraian, banyak reaksi kimia berjalan bersamaan, antara lain reaksi Maillard, karamelisasi, dan degradasi Strecker [1]. Reaksi Maillard terjadi antara gula pereduksi dan asam amino, dan senyawa aroma hasilnya, misalnya pirol, terbentuk lebih banyak pada sangrai yang lebih panas daripada sangrai ringan [1].
Gula
Sukrosa, gula yang tersimpan di biji mentah, kadarnya sekitar 6–8,5% pada arabika [2]. Saat disangrai, sukrosa cepat terurai menjadi gula anhidro dan senyawa lain seperti glioksal, yang lalu bereaksi dengan asam amino menghasilkan asam alifatik, hidroksimetilfurfural (HMF) dan furan lain, pirazin, serta senyawa karbonil [2].
Asam
Asam klorogenat mencapai 6–10% berat kering biji mentah [3]. Panas sangrai memecahnya, sehingga kadarnya makin rendah pada sangrai yang makin gelap, dan pecahannya melepaskan asam kafeat serta asam kuinat [3]. Keasaman tertitrasi seduhan tidak naik terus: ia memuncak saat first crack lalu kembali ke nilai awalnya menjelang second crack [4]. Perubahan ini terutama dikaitkan dengan terbentuknya asam format dan asetat dari karbohidrat serta terurainya asam klorogenat [4].
Asam amino dan melanoidin
Protein dan asam amino terutama terlibat dalam pembentukan melanoidin, molekul besar pembawa warna [5]. Pada awal penyangraian terbentuk melanoidin berukuran menengah yang menggabungkan asam klorogenat, sukrosa, dan asam amino atau potongan protein, sedangkan penyangraian yang lebih lama menghasilkan melanoidin berbobot molekul tinggi [5]. Pada kopi yang sama, seduhan dari sangrai gelap mengandung melanoidin lebih banyak daripada sangrai medium [6].
Lipid
Sebagian besar lipid tersimpan di dalam struktur sel biji dan hampir tidak terpengaruh oleh penyangraian [7]. Pada sangrai yang sangat gelap, banyak sel rusak sehingga lipid bisa cepat berpindah ke permukaan biji [7].
Alkaloid
Trigonelin adalah bahan baku senyawa rasa dan aroma, dan ia terurai cukup banyak selama penyangraian [8]. Dalam seduhan, jumlah asam klorogenat dan trigonelin turun pada sangrai yang lebih gelap, sedangkan kafein relatif stabil dari sangrai terang sampai gelap [9].
Senyawa aroma
Sebagian senyawa aroma bertambah ketika sangrai makin panas dan lama, misalnya guaiakol dan 4-etilguaiakol, sementara furfural justru berkurang [1]. Setelah kopi diseduh, tiol beraroma sangrai seperti 2-furfuriltiol dapat terikat pada melanoidin, dan ikatan ini ikut membuat aroma seduhan cepat memudar [10].
Senyawa di lapisan ini
- Asam klorogenat
- Asam kuinat
- Asam sitrat
- Asam malat
- Sukrosa
- Asam amino bebas
- Trigonelin
- Kafein
- Lipid (minyak kopi)
- Melanoidin
- Pirazin
- Guaiakol
- 2-Furfuriltiol
Sumber
- Yu et al., 2021, Foods. doi:10.3390/foods10061347
- De Castro & Marraccini, 2006, Brazilian Journal of Plant Physiology. doi:10.1590/S1677-04202006000100013
- Kim et al., 2024, Foods. doi:10.3390/foods13111757
- Anokye-Bempah et al., 2024, Scientific Reports. doi:10.1038/s41598-024-57256-y
- Bekedam et al., 2008, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf800999a
- Wołosiak et al., 2023, Applied Sciences. doi:10.3390/app13042057
- Kim et al., 2021, Food Science and Biotechnology. doi:10.1007/s10068-020-00865-w
- Stadler et al., 2002, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf011234k
- Ollennu-Chuasam et al., 2025, ACS Food Science & Technology. doi:10.1021/acsfoodscitech.5c00066
- Hofmann & Schieberle, 2002, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf010823n