Volatil (aroma)

Guaiakol

Senyawa aroma golongan fenol (2-metoksifenol) di kopi sangrai yang kadarnya naik ketika roasting makin panas dan makin lama. Satu studi mengusulkan bahwa senyawa ini terbentuk dari asam klorogenat.

#95#251000DATA DUMMYindeks dummy

Grafik dummy: bentuk dan angkanya hanya contoh agar tampilan bisa dicoba, bukan hasil pengukuran.

Efek ke rasa

Aromanya digambarkan fenolik, gosong, dan berasap.

Guaiakol, dengan nama kimia 2-metoksifenol, adalah senyawa volatil (mudah menguap) dari golongan fenol yang terdeteksi di kopi sangrai [1]. Sebuah tinjauan tentang citarasa kopi menggambarkan aromanya sebagai fenolik, gosong, dan berasap [2].

Diduga terbentuk dari asam klorogenat

Sebuah studi memantau pembentukan guaiakol secara langsung selama roasting dan mengusulkan dua jalur reaksi yang bersambung [3]. Pada jalur pertama, asam 5-feruloilkuinat, salah satu asam klorogenat, terurai dan melepas asam ferulat, yang kemudian kehilangan gugus karboksilnya dan menjadi 4-vinilguaiakol; di jalur ini 4-vinilguaiakol akhirnya berpolimer menjadi melanoidin yang sebagian tidak larut [3]. Jalur kedua baru terbuka setelah biji mencapai suhu yang lebih tinggi: 4-vinilguaiakol teroksidasi menjadi guaiakol, lalu menjadi fenol dan senyawa fenolik volatil lain [3].

Naik seiring roasting

Pada kopi arabika yang di-roast dengan tiga kondisi, yaitu 235 °C selama 13 menit, 240 °C selama 15 menit, dan 245 °C selama 17 menit, kadar guaiakol dan kerabatnya, 4-etilguaiakol, naik nyata seiring naiknya suhu dan waktu roasting [1]. Pada espresso dari gilingan 355 μm dengan air saring, rasio luas puncak guaiakol terhadap standar internal (ukuran relatif, bukan kadar) naik dari 0,108 ke 0,732 lalu 2,180 [1].

Pola ini tidak berlaku untuk semua senyawa aroma. Di studi yang sama, kadar furfural justru turun ketika roasting makin panas dan makin lama [1].

Jenis kopi dan cara seduh

Tinjauan yang sama mencatat bahwa senyawa fenol seperti guaiakol kadarnya nyata lebih tinggi pada robusta dibanding arabika [2]. Pada satu metode seduh espresso yang baru, kadar guaiakol di seduhan naik setiap kali suhu seduhnya dinaikkan [2].

Lihat di model 3D

Sumber

  1. Yu et al., 2021, Foods. doi:10.3390/foods10061347
  2. Seninde & Chambers, 2020, Beverages. doi:10.3390/beverages6030044
  3. Dorfner et al., 2003, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf0341767