Volatil (aroma)

2-Furfuriltiol

Tiol, yaitu senyawa aroma bergugus belerang, yang termasuk penentu utama citarasa kopi sangrai, tetapi cepat terikat setelah kopi diseduh.

#95#25950DATA DUMMYindeks dummy

Grafik dummy: bentuk dan angkanya hanya contoh agar tampilan bisa dicoba, bukan hasil pengukuran.

Efek ke rasa

Aromanya digambarkan sangrai, seperti kopi, karamel, gosong, dan kopi segar, dan ia termasuk senyawa yang paling berpengaruh pada citarasa kopi. Setelah diseduh, ia cepat terikat pada melanoidin dan senyawa fenolik, sehingga aromanya memudar.

2-Furfuriltiol (disingkat 2-FFT) adalah tiol, yaitu senyawa yang membawa gugus belerang –SH. Bersama beberapa tiol lain, ia ikut membentuk kesan sangrai-belerang (roasty-sulfury) yang tercium pada seduhan kopi yang baru dibuat [1].

Salah satu penentu citarasa kopi

Dalam sebuah studi sensori, senyawa bau yang kuat di kopi arabika sangrai diukur, lalu 27 di antaranya dilarutkan dalam campuran minyak dan air; profil citarasa campuran itu sangat mirip dengan kopi aslinya [3]. Campuran ini lalu dibandingkan dengan versi yang kehilangan satu atau beberapa senyawa, dan hasilnya menempatkan 2-FFT di antara senyawa yang paling berpengaruh pada citarasa kopi, bersama 4-vinilguaiakol, beberapa alkilpirazin, furanon, asetaldehida, propanal, metilpropanal, serta 2- dan 3-metilbutanal [3].

Sebuah tinjauan tentang citarasa kopi mencatat aroma 2-FFT sebagai sangrai, seperti kopi, karamel, gosong, dan kopi segar [4]. Menurut tinjauan itu, kuat lemahnya aroma tersebut bergantung pada kadar senyawanya [4].

Cepat terikat setelah diseduh

Saat melanoidin, molekul besar pembawa warna kopi, ditambahkan ke campuran aroma seduhan, kadar beberapa tiol berbau turun drastis, dan 2-FFT paling terdampak: kadarnya turun 16 kali lipat [1]. Tiol ini terikat secara kovalen pada melanoidin lewat senyawa pirazinium hasil reaksi Maillard [1]. Kadar semua tiol itu juga cepat turun ketika seduhan disimpan hangat di termos, dan menurut penulisnya pengikatan inilah yang membuat kesan sangrai-belerang memudar tak lama setelah kopi diseduh [1].

2-FFT juga bereaksi dengan senyawa fenolik di dalam seduhan. Hanya dalam 10 menit, sekitar 60% 2-FFT di seduhan kopi sudah bereaksi dengan hidroksihidrokuinon, salah satu senyawa fenolik, dan membentuk konjugat (gabungan dua molekul) [2]. Studi yang sama menyimpulkan bahwa reaksi dengan hidroksihidrokuinon adalah penyebab utama hilangnya 2-FFT ketika seduhan kopi disimpan [2].

Lihat di model 3D

Sumber

  1. Hofmann & Schieberle, 2002, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf010823n
  2. Müller & Hofmann, 2007, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf070095p
  3. Czerny, Mayer & Grosch, 1999, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf980759i
  4. Seninde & Chambers, 2020, Beverages. doi:10.3390/beverages6030044