Alkaloid
Trigonelin
Trigonelin adalah alkaloid biji kopi yang menjadi bahan baku senyawa aroma; ia banyak terurai saat disangrai, sehingga sangrai terang menyisakan lebih banyak trigonelin daripada sangrai gelap.
Grafik dummy: bentuk dan angkanya hanya contoh agar tampilan bisa dicoba, bukan hasil pengukuran.
Efek ke rasa
Trigonelin adalah bahan baku aroma; salah satu hasil uraiannya, N-metilpiridinium, menumpuk pada sangrai gelap dan diduga ikut menambah rasa pahit.
Trigonelin adalah alkaloid di dalam biji kopi yang dikenal sebagai prekursor, yaitu bahan baku, senyawa rasa dan aroma, dan ia terurai cukup banyak selama penyangraian [1]. Kadarnya, bersama kafein, cukup berbeda antara arabika dan robusta sehingga keduanya bisa dipisahkan dari data kimianya [5].
Terurai menjadi N-metilpiridinium
Dalam uji model, trigonelin yang dipanaskan pada 220–250 °C menghasilkan 1-metilpiridinium (disebut juga N-metilpiridinium atau NMP) sebagai produk utama pada beberapa bentuk garamnya; senyawa ini terbentuk ketika trigonelin melepas gugus karboksilnya, dan jumlahnya naik seiring suhu dari 220 ke 245 °C [1]. Di biji kopi sungguhan, NMP makin banyak seiring naiknya derajat sangrai: pada biji arabika sangrai gelap kadarnya bisa mencapai 0,25% dari berat biji [2].
Sangrai terang vs gelap
Analisis 151 kopi sangrai (113 arabika dan 38 robusta) menunjukkan kadar trigonelin berkaitan nyata dengan warna sangrai: kopi sangrai terang kaya trigonelin, sedangkan NMP bergerak ke arah sebaliknya [3]. Pola ini juga terlihat di cangkir: jumlah trigonelin dalam seduhan pot coffee dan kopi saring turun ketika derajat sangrai makin tinggi [4]. NMP dan senyawa alkilpiridinium sejenis diduga memengaruhi rasa kopi secara langsung, misalnya menambah pahit, atau tidak langsung sebagai bahan baku senyawa lain [2].
Sumber
- Stadler et al., 2002a, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf011234k
- Stadler et al., 2002b, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf011235c
- Lang et al., 2013, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf403846g
- Ollennu-Chuasam et al., 2025, ACS Food Science & Technology. doi:10.1021/acsfoodscitech.5c00066
- Casal et al., 2000, Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi:10.1021/jf990702b