Asam
Asam klorogenat
Keluarga senyawa fenolik yang melimpah di biji kopi mentah dan terurai selama penyangraian, sehingga kadarnya makin rendah pada sangrai yang makin gelap.
Efek ke rasa
Ikut memberi rasa asam, pahit, dan sepat; makin gelap sangrainya, makin sedikit yang tersisa di cangkir.
Asam klorogenat (chlorogenic acid, CGA) sebenarnya satu keluarga senyawa: ester fenolik dari asam hidroksisinamat, misalnya asam kafeat, ferulat, dan p-kumarat, yang terikat pada asam kuinat [1]. Kelompok utamanya di biji mentah antara lain asam kafeoilkuinat, dikafeoilkuinat, dan feruloilkuinat [1]. Secara keseluruhan, CGA mencapai 6–10% berat kering biji kopi mentah [1].
Terurai saat disangrai
Panas penyangraian memecah CGA, sehingga kadarnya turun seiring naiknya tingkat sangrai [1]. Pada arabika varietas Java dari Laos yang disangrai ke empat tingkat, kadar CGA dalam espresso maupun seduhan drip turun nyata seiring naiknya derajat sangrai [2]. Dalam seduhan drip, kadarnya turun dari 1,37 mg/mL pada Agtron sekitar 68 menjadi 0,13 mg/mL pada Agtron sekitar 28 [2].
Pola serupa terlihat pada lima arabika dari Brasil, Bolivia, dan Kenya yang diseduh dengan French press: kadar CGA turun sekitar 0,4 mg/mL dari tingkat sangrai terang ke medium, lalu turun lagi sekitar 0,4 mg/mL dari medium ke tingkat yang lebih gelap [3]. Menurut penulisnya, tingkat paling gelap di studi itu masih setara sangrai medium dalam literatur lain [3]. Kopi Typica dari tiga asal (dua dari Taiwan, satu dari Sumatra) yang disangrai terang, sedang, dan gelap juga menunjukkan tren turun yang sama [4].
Produk urai dan lakton
Ketika ikatan esternya putus, CGA melepaskan asam kafeat dan asam kuinat, dan produk urai ini ikut mengubah pH ekstrak biji [1]. Dengan waktu sangrai yang lebih lama, sebagian CGA juga berubah menjadi lakton asam klorogenat; lakton ini dilaporkan menumpuk pada suhu sekitar 170–200 °C dan berkurang lagi di atas 200 °C [4].
Pengaruh pada rasa
Bersama kafein dan trigonelin, CGA ikut membentuk rasa asam, pahit, dan sepat (astringent) pada kopi [1]. Terurainya CGA, bersama terbentuknya asam format dan asetat, juga disebut sebagai penyebab utama naik-turunnya keasaman tertitrasi selama penyangraian [5]. Meski begitu, pengaruh produk urai CGA terhadap rasa kopi masih sedikit diteliti [1].
Sumber
- Kim et al., 2024, Foods. doi:10.3390/foods13111757
- Jung et al., 2021, Applied Sciences. doi:10.3390/app11157025
- Rune et al., 2023, Current Research in Food Science. doi:10.1016/j.crfs.2023.100485
- Tsai & Jioe, 2021, Processes. doi:10.3390/pr9112040
- Anokye-Bempah et al., 2024, Scientific Reports. doi:10.1038/s41598-024-57256-y